Sabtu, 03 Desember 2016

Pengantar Bisnis Online: Tentang Mindset Berbisnis

Hasil Bisnis Online :)

Apa itu bisnis online? Bagaimana itu bisnis online? Mengapa? Apa yang harus dilakukan? Nanti dapat apa? Apakah saya bisa menjalaninya? Dan puluhan pertanyaan sejenis terlontar saat seseorang baru pertama kalinya mendengar bisnis online alias bisnis internet alias bisnis di dunia maya.
Sama saja dengan bisnis yang dilakukan di dunia nyata, bisnis yang dilakukan di dunia internet juga memiliki logika dan fakta nyaris sama.

Ada yang cepat mati, ada yang bertahan lama, banyak yang sukses dan berlipat-lipat pula yang gagal, ada yang hanya perlu modal kecil dan ada pula yang perlu modal nggak ketulungan, ada yang jual jasa ada yang jual produk nyata, dan seterusnya.

Mengamati itu maka sebelum seseorang terjun dalam dunia bisnis online, sangat perlu memahami beberapa prinsip dasarnya. Untuk apa? Untuk memastikan bahwa kita betul-betul ready alias siap menjalani bisnis online dengan segala konsekuensi dan resikonya. Orang bilang, mindset bisnis online terlebih dahulu harus jelas dan terpatri dalam setiap langkah nantinya.

Tidak jarang ada orang yang sudah lama bergelut dalam bisnis online dengan berbagai kegagalan dan keberhasilan yang dialaminya, justru baru memahami jalan pikir bisnis online itu sesungguhnya. Karena itulah ada baiknya sejak awal justru kita perlu memahaminya.

Tujuan utamanya, mindset itu akan bisa mengarahkan dan mengendalikan langkah-langkah berikutnya, dan yang terpenting adalah terus-menerus memotivasi apabila terdapat aral melintang dalam perjalanan nantinya.

# Bisnis Online, ya Bisnis itu Sendiri


Ya mari kita pakai pengertian gampang-gampangan saja soal bisnis. Ya bisnis itu ya jualan itu. Jualan produk dan jasa. Pengertian produk dan jasa itu juga sangat luas. Kalau Anda bertanya Facebook.com itu berjualan apa kok bisa sukses? Ya dia jualan jasa.

Jasa untuk mengumpulkan kita-kita ini dalam satu wadah sehingga kita tidak kerepotan berkomunikasi dengan rekan-rekan kita. Begitu juga Yahoo dan Google. Mereka menjual informasi dengan berbagai strategi. Kita “membelinya”, memanfaatkan “jasanya”.

Pengertian seperti perlu ditegaskan sebab kadang orang salah kaprah yang dikira bisnis itu tidak perlu “berjualan”, alias bersantai-santai dan berharap penghasilan datang dengan sendirinya. Kalimat ” bersantai-santai dan berharap penghasilan datang dengan sendirinya” itu adalah dampak dari sebuah tindakan bisnis, bukan merupakan tindakan tersendiri yang terpisah.

Oleh sebab itu bijaksanalah membaca iklan “Ayo Ikut Bisnis, Tidak Perlu Jualan, Tidak Perlu Ini dan Itu”. Kita sedang dihipnotis untuk larut dalam kalimat itu bahwa bisnis tersebut mudah dilakukan sebab tanpa melakukan “jualan”, padahal iklan itu sendiri adalah suatu tindakan “berjualan”. Masak sih … kita diajak menyalakan api tanpa api …  he he ini sih jeruk makan jeruk. Sekecil apapun tindakan yang dilakukan dalam berbisnis, ya unsur “menjual” itu pasti ada. Mungkin saja ada yang susah dalam menjual, ada pula yang mudah. Macam-macam ‘kan.

Kalaupun ada yang berbisnis tanpa menjual, mungkin itu model bisnis 1001. Dan saya juga ingin dong ikut wkwkw

Online atau non online, atau kombinasi keduanya, hanyalah medianya saja. Bila offline berarti bertatap muka langsung, dan bila online, kita dibantu oleh media internet untuk merealisasikan bisnis itu. Karena online dan non online hanyalah media saja, maka beberapa prinsip dasar dalam berjualan baik online dan offline juga berlaku.

Misalnya saja soal kepercayaan. Baik online maupun offline, bisnis bisa gagal bila tanpa dilandasi adanya kepercayaan para pelakunya. Kemudian soal marketing, atau kita sebut saja secara sederhana sebagai promosi. Baik di dunia online maupun offline memerlukan sarana promosi untuk melancarkan suatu bisnis, meskipun alat dan strateginya bisa berbeda-beda.

Hemat saya, dari pengertian yang saya sampaikan di atas, Anda bisa bilang, ah kalau itu anak TK juga tahu hehe. Iya mungkin Anda benar. Tapi dari seluruh pengalaman saya berkecimpung dalam dunia bisnis online, fakta tersebut justru kerap tidak diketahui atau tepatnya tidak disadari oleh banyak orang. Jujur saja, saya baru mengerti bahwa bisnis online ya berjualan itu justru setelah saya jauh menjalani berbagai model bisnis internet. Ironis kan … So anyway, pokok dari pokok, yang terpenting saya ingin menegaskan kalau kita mau berjualan maka mari kita pelajari beragam faktor yang berkaitan dengan bisnis alias jualan itu sendiri.

# Yang Instan Hanyalah Yang Berasal dari Yang Maha Kuasa


Perlu proses yang relatif panjang. Yang instan itu saya kira “kun fayakun” yang berasal dari Yang Maha Kuasa. Juga “simsalabim abakadabra” dari para tukang sulap. Dalam bisnis apapun termasuk bisnis online, kemauan dan konsistensi untuk mengikuti proses merupakan syarat mutlak untuk menentukan keberhasilan sebuah bisnis.

Pelajaran dari hal ini sudah mutlak dan dapat kita telaah dari orang-orang yang sudah sukses dalam bisnisnya. Semuanya tidak ada yang instan dan simsalabim.

Tapi saya mendengar dan membaca begitu banyak pernyataan sukses instan dalam bisnis online? Mungkin begitu gumam Anda. Pada awalnya, saya juga terkesima dengan penwaran berbagai jenis bisnis online yang menjanjikan kaya mendadak. Sebelum akhirnya saya menyadari bahwa itu semua adalah kata-kata manis iklan.

Ayo kita mengerti mengapa para pengiklan dan pemasar seringkali menggunakan kata-kata “sukses instan” dalam materi iklannya? Saya meyakini ini merupakan salah satu kepiawaian dan kecerdasan mereka dalam membaca psikologi sebagian besar orang (termasuk kita, maksudnya saya hehe) yang umumnya memang tidak ingin bekerja keras alias malas. Jujur saja kita semua, terutama saya, umumnya membenci suatu proses, kerja keras, konsistensi dan seterusnya. Kita ingin yang “simsalabim” dan besok sudah kaya mendadak.

Sobat semua, kecuali di negeri awan, itu semua tidak terjadi dalam bisnis online. Ada proses yang perlu ditempuh tergantung dari tujuan yang ingin dicapai. Ada yang memerlukan waktu berbulan-bulan sampai bertahun-tahun untuk memahami dan berhasil dalam bisnis online. Mungkin ada yang dalam waktu 1 sampai 2 bulan saja seseorang mendadak menjadi expert dalam bisnis online, walaupun itu jumlahnya sangat-sangat sedikit.

Yang paling banyak adalah mereka yang dilatih terus-menerus oleh keadaan agar tetap konsisten memperjuangkan keberhasilannya. Maka bila akhir-akhir ini Anda mendengar ada si A si B yang sukses dalam bisnis online dengan penghasilan ratusan juta bahkan miliaran per bulan dalam bisnis online, jangan terperanjat dulu. Justru kagumilah proses sejauh ini yang dia jalani sampai dia mendapatkan kesuksesan luar biasa itu.

Saya menjalani Bisnis Forex (Foreign Exchange) di dunia online, suatu ketika, yang saat itu saya kira paling instan bisa menghasilkan uang. Toh tinggal jual dan beli saja mengikuti trend yang ada. Eh ternyata tidak begitu juga. Saya terpaksa harus belajar banyak soal dampak berita (news), soal indikator dan seterusnya. Jadi nggak ada yang instan.

Soal ini penting, khususnya buat saya, untuk mengingat kembali bila saja di tengah jalan terdapat aral melintang dan hambatan. Tentu saya harus meyakini bahwa inilah bagian dari proses sebelum saya mencapai tujuan yang telah saya tetapkan.

# Selain Dengkul, juga Perlu Modal Lain


Sebagian orang yang ingin terjun dalam bisnis online karena menganggap bahwa bisnis online itu enak karena gratis, atau minimal modalnya kecil. Di satu sisi pemahaman seperti ini memang benar, tapi tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya pegangan utama dalam melangkah dalam bisnis online. Dalam praktiknya, justru orang yang tidak siap mengeluarkan modal dalam berbisnis online, akhirnya dia hanya meratapi kegagalannya. Tapi dalam hati saya pun tersenyum, bagaimana dia bisa begitu meratapi kegagalannya dan merasa rugi padahal dia tidak mengeluarkan modal?

Yang perlu diratapi justru orang yang sudah mengeluarkan banyak modal namun ia gagal. Mungkin karena salah alokasi, kena penipuan dan seterusnya. Maka bijaklah dalam mengeluarkan modal untuk berbisnis online. Bijak seperti apa? Ya kalau memang Anda perlu mengeluarkan modal, maka keluarkanlah jangan takut dan segan! Tapi catat pengalokasiannya, bagaimana modal yang Anda keluarkan bisa kembali menjadi keuntungan berlipat, dan dengan strategi apa bisa mewujudkan itu.

Dan itulah bisnis!

Sobat, memang banyak yang “gratis” dalam bisnis internet itu. Misalnya akun email dari Yahoo atau Google. Akun di Facebook dan Twitter. Sejauh ini gratis kan? Bikin blog di Blogger.com atau WordPress.com, gratis ‘kan? Lalu Anda akses internet dari koneksi gratisan dan laptop pinjeman. Wah jadi dech memang semua gratisan.

Kalau kita bisa memanfaatkan yang gratis itu menjadi uang dalam jumlah besar, itu tentu prestasi luar biasa. Namun modal dalam pengertian luas tentu saja bukan hanya itu. Pendek kata, saya kira mudah dipahami bahwa tidak ada yang gratis-tis di dunia ini. Kalau kita memerlukan fasilitas yang lebih, beriklan yang pangsanya lebih besar dan hemat waktu, produk yang berkualitas dan seterusnya, tentu mau tidak mau kita harus mengeluarkan modal.

Mengapa ini benar-benar ingin saya tekankan dalam pengantar bisnis online ini? Iya karena ada sebagian besar orang di luar sana yang masih ambigu pemahamannya soal modal dalam bisnis internet ini. Apalagi para pemula dan dalam tahap uji coba. Belum apa-apa juga sudah mengatakan gagal hehe

# Saya Tidak Punya Waktu, Bisakah?


Tidak bisa! Saya ulang ya, tidak bisa! Hehe Tegas pokoknya. Mana bisa ada orang nggak punya waktu dalam mengelola bisnis online dan berharap keberhasilan besar darinya? Ya ya ya mungkin saja ada, itu 1001 macam manusia. Nah kita nggak bahas yang 1001 itu. Kita bahas yang normal-normal saja.

Semua pekerjaan apapun pasti membutuhkan waktu, full time atau paruh waktu. Bahkan itu juga akan menentukan dampak kesuksesan nanti pada akhirnya. Ada yang mengalokasikan 1 jam per hari konsisten, ada yang 2 jam, atau ada pula yang full time. Semua tergantung dari kepentingan masing-masing. Namun yang jelas selalu ada waktu yang harus dikorbankan untuk mengelola bisnis internet ini.

Dengan kemampuan, ide dan alat-alat yang sama, seseorang yang menghabiskan waktu lebih banyak di bisnis internet akan mendapatkan hal yang berbeda daripada mereka yang meluangkan sedikit waktunya. Orang yang konsisten dengan jalurnya juga akan memperoleh hasil yang berbeda dengan orang suka loncat-loncat ke sana kemari tidak jelas apa yang mau dituju. Intinya, semua hasil yang kita harapkan betul-betul akan sesuai dengan apa yang kita kerjakan hari ini. Itu sudah alami kok. Hukum alam, siapa mau melawan? Hehe

Sebagian orang yang memulai terjun ke bisnis online berawal dari cara pandang: Ah barangkali pekerjaan ini bisa saya jadikan sebagai usaha sampingan. Lalu dia merancang dan menjalankan sesuatu. Eh ternyata sukses … lalu dia mulai serius menggarap bidang satu ini, ya syukurlah. Dia sukses.

Di sisi lain, ada yang mulai mengerjakan, berharap sukses, eh ternyata gagal. Dagangannya nggak ada yang laku, malah ia sudah keluar modal cukup banyak. Mendadak ia berkesimpulan bahwa bisnis online tidak prospektif. Saya pun mengira-ngira, mungkin prototype seperti inilah yang sangat banyak di sekitar kita. Keengganan sebagian orang untuk meluangkan waktu mempelajari seluk beluk bisnis internet membuat ia berkesimpulan begitu cepat, bahwa kegagalan sudah mengitari dirinya bahkan sebelum menjalani sekalipun. Bila mindset ini yang terbentuk, dan tak berubah setelah sekian lama, maka ya wassalam …

Untuk sukses dalam bisnis internet (dan bisnis non internet tentunya), alokasi waktu menjadi bagian terpenting. Alokasi waktu yang memadai akan berbeda pada setiap orang. Alokasi waktu ini sangat menentukan kendali sejauh mana kita memahami, berkreativitas, mengatasi kendala, memikirkan strategi, dan fokus dalam bisnis yang digelutinya. Tanpa alokasi waktu yang memadai, dan benar-benar dianggap sebagai “sampingan” yang tak dilirik sedikitpun, ya prosentase kesuksesan akan sangat kecil.

Alkisah ada seorang kawan ingin menjajal bisnis internet. Setelah membaca dan mempelajari segala sesuatunya, ia persiapkan berbagai peralatannya. Ia ingin menjual baju batik, karena kebetulan ia punya usaha dagang batik di rumahnya.

Mula-mula ia keluarkan modal untuk membuat toko onlinenya, dan memasang di beberapa iklan gratis. Memang tidak sering, tapi ia melakukan promosi kala sedang tidak ada pekerjaan. Ia membuka internet dan mempromosikan dagangannya. Eh 1 bulan pertama tak ada sedikitpun yang menyenggol dagangannya. Hanya satu orang yang mengirim SMS tanya ini dan itu tapi tidak jadi beli. Toko online nya pun sepi pengunjung. Bulan kedua tagihan internet datang, laptopnya kena virus dan butuh perbaikan. Tabungannya selama ini yang sudah dikeluarkan untuk memodali jualan di internet sudah cukup banyak terkuras. Ia pun goyah, lanjut apa tidak, lanjut apa tidak.

Bulan kedua, bila ia membuka internet, paling-paling membuka Facebook dan Twitter. Atau cari-cari berita baru di Detik.com atau Kompas.com. Ia bahkan mulai lupa kalau punya dagangan di internet. Dan tahun berikutnya, tagihan sewa hosting dan domain pun datang. Tapi ia sudah terlanjur lupa dengan bisnisnya. Ya dia sudah lupa …

Ia gagal karena ia mengira bahwa dengan menganggapnya sebagai usaha sampingan tanpa serius meluangkan waktu yang cukup dan konsisten untuk menjadikannya sebagai sukses, otomatis bisnisnya akan sukses. Ribuan orang terjebak dalam kondisi seperti ini. Saya juga pernah. Anda mungkin juga pernah. Yang membedakan di antara kita semua dalam kondisi ini adalah, ada yang menyadari lalu bangkit. Ada yang tenggelam dan terkubur bersama mimpi-mimpinya yang indah hehe

Jadi bila sejak awal Anda sudah bisa menjawab pertanyaan “apakah saya punya waktu?”, maka itulah dasar awal untuk memulai langkah selanjutnya.

# Saya termasuk Orang Gaptek, Bisakah?


Siapa yang bisa menjalani bisnis online? Dulu awalnya saya mengira orang yang bisa melakoni bisnis online hanyalah para pakar IT, lulusan sekolah komputer, atau lulusan sekolah ekonomi dan manajemen. Ternyata pemahaman saya salah total. Siapapun bisa menjalani bisnis internet, termasuk orang paling gaptek sekalipun, asal …

Artinya tidak ada yang tidak mungkin. Bisnis internet tidak memerlukan strata alias kelas sosial tertentu sebagai prasyarat utama. Saya seorang petani yang menekuni sejumlah bisnis di internet, dan saya merasa bisa. Intinya asal ada kemauan pasti ada jalan.

Seorang ahli IT mungkin saja sudah punya dasar-dasar untuk, misalnya, membuat website. Tapi ingat bahwa dengan website saja belum cukup untuk seseorang sukses dalam bisnis internet. Kalau ia tidak punya kemampuan untuk menjual dagangannya, maka berapapun website yang dia bikin akhirnya juga sia-sia belaka. Seorang yang ahli menjual dalam dunia nyata, dan menganggap cara berjualan secara teknis sama dengan di internet juga tidak menjadi jaminan bahwa dia akan sukses lancar menjual dagangannya di internet.

Yang terpenting adalah pemahaman tentang prinsip-prinsip, mindset, penguasaan alat-alat dan konsistensi dalam menjalaninya. Semua tergantung dari pribadi orang masing-masing. Bukan karena dia lulusan IT lalu ia serta merta sukses dalam bisnis internet.

Saya tidak bisa mengoperasikan komputer, bagaimana saya bisa? Wah … gimana ya, ya belajar dong. Teknologi komputer saat ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk “user friendly”. Dengan klak klik di sana sini diharapkan seseorang yang tidak pernah pegang komputer sekalipun akan mudah familier. Begitu pula dengan teknologi website, semua serba instan. Tidak perlu menjadi ahli pemrograman untuk bisa membuat website, sebab sang ahli sudah merancang sedemikian rupa akan website mudah dibuat dan digunakan sebagai media informasi.

Ah saya masih tidak bisa … jawaban dari gerutuan seperti ini adalah ya belajar. Belajarlah sampai ke Negeri China wkwkw. Semua orang bahkan masih terus belajar, bahkan mereka-mereka yang disebut ahli itu juga masih terus belajar. Kok saya yang masih “nol” ini tidak mau belajar … begitu pikir saya dahulu. Maka walaupun saya bersekolah yang tidak ada hubungannya dengan bisnis dan internet, saya berkomitmen kuat untuk mempelajari. Sambil menyelam minum air.

Dalam website, misalnya, kemampuan menguasai sedikit banyak teknologi WordPress.com dan Blogger.com adalah mutlak adanya. Walaupun nanti Anda punya karyawan yang ahli website, tetap saja sebagai pebisnis kita wajib memahami cara kerja 2 teknologi website tersebut.

Begitu pula kreativitas, ide, strategi pemasaran, autoresponder, iklan online adalah sedikit dari banyak hal yang harus kita kuasai. Tentu itu semua bisa dilakukan sambil jalan. Tidak karena kita merasa begitu banyak yang harus dipelajari dan merasa tidak mampu, maka kita memutuskan untuk “tidak”.

Anda bisa memilih dua pandangan ini: Sedikit paham dari banyak hal, atau banyak paham dari sedikit hal. Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Yang terpenting adalah proses belajar tanpa henti, karena di setiap waktu dalam perjalanan bisnis internet, begitu banyak yang akan kita pelajari: ilmu baru, motivasi baru, ide baru, pengetahuan baru, semangat baru, trend baru, strategi baru dan seterusnya. Maka kalau kita tidak punya minat atas “belajar”, mindset kita dalam berbisnis online sudah terkurangi. Cara kita berbisnis internet pada 1990an, 2000an sampai kini tentu berbeda-beda. So mantapkan hati, dengan kemauan untuk terus belajar.

# Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?


Okay okay. Anda sudah capek membaca, apalagi saya, sudah capek menulis hehe. Banyak orang masih berpikir-pikir dalam menjalani bisnis internet. “Kalau uangnya sih saya mau, cuman saya belum punya waktu, belum punya ide, belum punya keahlian dan seterusnya. Tapi saya tertarik. Bagaimana ya cara memulainya.” Begitu banyak orang beralasan untuk menunda-nunda. Seringkali waktu yang kita pakai untuk menunda itu  bahkan mematikan semangat dan ketertarikan kita pada bisnis online.

Atau kasus lain, banyak orang sudah paham atau paling tidak merasa paham, tapi tidak tahu cara memulainya bagaimana. Akibatnya ya sudah, keinginan itu timbul tenggelam. Saat ada orang cerita kesuksesannya, dia bersemangat, saat kisah selesai diceritakan semangatnya pun luntur. Atau kasus lainnya lagi. Saya ingin memulai tapi bagaimana? Adakah orang yang bisa saya jadikan mentor nantinya? Apakah saya akan bekerja sendirian? Dan seterusnya

Kebimbangan dan kegalauan seperti itu memang banyak terjadi. Jawabnya pun mudah, kalau tidak sekarang, kapan lagi? Ayo kita menjalani bisnis internet.

  1. Siapkan niat ekstra tulus
  2. Siapkan alasan-alasan mengapa bidang ini yang akan saya tempuh
  3. Siapkan sikap konsisten dan fokus
  4. Okay sudah? Sekarang siapkan idenya, toolsnya, lalu ayo ubah ide-ide itu menjadi sebuah produk yang akan menghasilkan nilai ekonomis
  5. Itu saja, soal nanti perlu beberapa keahlian khusus, belajar saja pada ahlinya. Pokoknya masih ada Mbah Google.com yang siap menolong apa saja kesulitan saudara-saudara sekalian hehe
  6. Itu saja, nggak ada yang lain

Kita sering mendengar pepatah yang menyatakan 1000 langkah ke depan dimulai dari langkah awal hari ini. Dan memang saya akui bahwa ayunan langkah pertama itulah yang paliiiiiing berat dijalani. Mengapa? Karena umumnya dalam ayunan langkah pertama itu tersimpan motivasi, alasan, visi misi, tujuan, target dan seterusnya.

Tidak ada jalan lain kecuali mengayunkan langkah pertama, ya sudah, ayo tunggu apa lagi?

http://www.BisnisAbe.com/sukses


Kamis, 01 Desember 2016

Sajak Seorang Tua untuk Istrinya oleh WS Rendra


Oleh WS. Rendra, dalam Sajak-sajak sepatu tua,1972

Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung
dan dengan lega akan kita lunaskan.

Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Kerna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.
Suka duka kita bukanlah istimewa
kerna setiap orang mengalaminya.

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodra,
serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas,
kerna tugas adalah tugas.
Bukannya demi sorga atau neraka.
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.

Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu.
Kita adalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita.
Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya.

Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.
Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita.
Sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
melewatkan tahun-tahun lama yang porak poranda.
Dan kenangkanlah pula
bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa
menghadapi langit dan bumi, dan juga nasib kita.

Kita tersenyum bukanlah kerna bersandiwara.
Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.
Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.
Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,
nasib, dan kehidupan.

Lihatlah! Sembilan puluh tahun penuh warna
Kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma.
Kita menjadi goyah dan bongkok
kerna usia nampaknya lebih kuat dari kita
tetapi bukan kerna kita telah terkalahkan.

Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kaukenangkan encokmu
kenangkanlah pula
bahwa kita ditantang seratus dewa.

...BAHWA KITA DITANTANG SERATUS DEWA.

Tips Memilih Produk Yang Tepat Untuk Bisnis Anda


http://www.saifularif.web.id/2016/11/recognition-abe-2016.html

Produk merupakan faktor utama dalam berbisnis di internet. Karena bisnis adalah jualan, tentu harus ada produk yang dijual. Tanpa produk, maka apa yang hendak dijual?  Jelaslah bahwa memilih produk yang tepat dalam bisnis online merupakan syarat utama. Di sini sangat dibutuhkan kepiawaian, feeling bisnis, kecerdasan dan keyakinan dalam memilih sebuah produk untuk dijual di internet.
Produk dalam bisnis internet bisa bermacam-macam. Ada produk yang bersifat fisik ada pula yang non fisik, yang bersifat digital maupun non digital, yang bersifat jasa maupun sekedar informasi. Misalnya Anda memiliki situs portal berita aktual, apa produk Anda? Ya informasi yang Anda sediakan itu. Intinya produk adalah sesuatu yang bernilai ekonomis dan bisa diperjualbelikan. Artinya ada yang membuat, ada pula yang membutuhkan.
Okay sekarang kembali soal produk. Kemampuan kita dalam memilih produk akan sangat menentukan masa depan bisnis kita nanti. Produk yang laris dan dibutuhkan oleh banyak orang, dan ditopang strategi promosi yang bagus serta pelayanan pelanggan yang baik, merupakan pintu-pintu kesuksesan kita dalam sebuah bisnis.

Tidak Selalu Produk Sendiri

Terus ingat satu hal ini. Bagi Anda yang pemula, jangan khawatir dulu dan mengungkapkan pernyataan ini: Wah ribet ya harus bikin produk, saya bisa apa? Saya toh tidak punya apa-apa … Sobat, produk bisnis tidak SELALU HARUS BERASAL dari kita. Kita bisa menggunakan produk orang lain, kita jual dan kita mendapatkan keuntungan tertentu.
Justru yang seperti inilah yang marak dan trendy di internet. Apakah para penjual baju di pasar baju itu membuat semua baju-bajunya? Apakah para penjual laptop dan HP di Glodok itu bikin sendiri laptopnya? ‘Kan tidak … mereka bisa bekerjasama dengan pihak lain untuk berbisnis elektronika. Bahkan para penjual susu kambing sekalipun tidak ada yang bisa bikin susu kambing, yang bisa memproduksi kan kambingnya? Hehe
Ada yang mengatakan sistem seperti itu sebagai afiliasi, reseller, bagi hasil, bisnis jaringan (MLM) dan seterusnya. Terserah apa yang mau disebut, sebab yang lebih penting adalah bagaimana kita untuk pertama kali meyakini bahwa produk ini laris dijual, sesuai dengan kebutuhan orang umumnya.
Saat kita berbisnis Google Adsense, kita juga menjual produk kok. Kita menjual artikel kita dalam berbagai topik dan kemasan. Sedangkan Google sendiri yang bekerja sama dengan para pemilik produk, juga menjual produk. Produknya apa? Ratusan fasilitas yang umumnya gratis, termasuk yang paling heboh adalah mesin sistem pencarian yang tak ada duanya di dunia ini.
Lalu apa saja pertimbangan yang relatif diperlukan guna memilih sebuah produk? Ya tentu banyak. Tapi kita akan ringkas 9 (sembilan) hal berikut ini:

# Pilih produk yang dibutuhkan banyak orang

Ini berhubungan dengan keyakinan Anda sebagai pebisnis. Hal pertama yang harus dihindari adalah sense diri sendiri, misalnya karena Anda sangat membutuhkan maka orang lain juga demikian. Memang boleh saja pertimbangan seperti itu, tapi jangan satu-satunya.
Kalau dalam ilmu SEO (Search Engine Optimization), ada alat-alat dari Google untuk meriset alias meneliti kira-kira produk dengan kata kunci apa yang banyak dibutuhkan. Pada akhirnya kita memang harus terbiasa dengan alat-alat SEO seperti itu. Dari hasil riset sederhana Anda sudah bisa memutuskan apakah produk Anda ini banyak yang membutuhkan atau tidak, atau siapa saja yang membutuhkan, pangsa pasar seperti apa dan seterusnya. Silakan belajar SEO ini kepada si Mbah ya … 
Namun di luar itu semua saya ingin menekankan, selain hasil riset online, keyakinan pribadi yang lahir bukan semata-mata karena diri kita merupakan pertimbangan utama. Mengapa keyakinan? Walaupun secara riset kita sudah valid, tapi kalau kita nggak yakin menjual? Hehe
Orang bisnis bilang soal feeling bisnis. Di sini kita diuji untuk mengkombinasi antara feeling, keyakinan, common sense (pendapat umum), hasil riset dan berbagai pertimbangan lain untuk memilih apakah produk tertentu layak dijual atau tidak. Semakin dibutuhkan oleh banyak orang semakin terbuka peluang kita untuk sukses dengan produk tersebut, tapi INGAT … juga semakin tinggi tingkat persaingannya. Logika sebaliknya berlaku tentunya.

# Pilih produk yang bisa menjadi solusi

Yes ini betul. Orang pergi ke Search Engine 99% tentu mencari solusi atas permasalahannya, baik cari informasi, tips, strategi dan seterusnya. Andai saja kita bisa ikut membantu menyelesaikan sebagian kecil dari topik permasalahan mereka, maka terbuka lebar kesuksesan produk bisnis Anda.
Apa artinya? Dalam memilih atau membuat produk, faktor ini harus diperhatikan betul-betul. Pertimbangkan apakah produk yang akan Anda jual bisa menyelesaikan problem banyak orang atau justru bikin problem baru? Hehe
Logis saja kalau orang memilih produk yang bisa menyelesaikan masalahnya, seperti kekurangan penghasilan, sakit bertahun-tahun, gak dapat-dapat jodoh, dst Agar masalahnya terpecahkan, bahkan orang tidak lagi berpikir berapa biaya yang harus dikeluarkan. Bila saja produk Anda ada dalam kategori ini, niscaya sukses bisnis Anda sudah di depan mata.

# Pilih produk yang awet dan tahan lama

Banyak produk bisnis online yang ramai sesaat dan kemudian perlahan-lahan mati tak terdengar lagi kabarnya. Baik berupa jasa, ebook, software, produk solusi ejakulasi dini, produk susu kambing, produk website, template dan seterusnya, usahakan yang menurut Anda akan awet dan tahan lama. Artinya, tidak hanya 1-2 tahun produk tersebut tetap dibutuhkan orang, tapi juga kalau puluhan tahun orang pasti akan membutuhkannya.
Contoh pasta gigi. Sampai kapanpun kira-kira orang akan butuh pasta gigi alias odol ini, dan memang sudah terbukti. Bahkan orang rasanya tidak ada yang tidak menggosok gigi pada pagi hari. Sama juga dengan produk informasi aktual. Setiap orang membutuhkan informasi aktual dari mana saja, radio, televisi, internet, koran. Setiap orang butuh mengerti apa yang terjadi, selain biar tidak dianggap kuper, juga mungkin karena banyak keputusan-keputusan hidupnya tergantung dari informasi yang ada.
Lalu apa ukuran awet dan tahan lama itu? Wah kalau itu saya juga tidak tahu persis. Tapi saya kira soal keawetan dan tahan lama itu juga tergantung pada banyak faktor, misalnya legalitas dan bonafiditas pembuatnya, sistem usahanya dan seterusnya. Kalau kita ikut menjadi afiliasi perusahaan abal-abal, walaupun produknya berkualitas bagus, ya jadi nggak awet juga. Jadi kembali kepada pengetahuan kita, referensi dan cara kita membaca realitas masyarakat sendiri. Awet itu adalah awet dibutuhkan orang sepanjang zaman. Bukankah begitu? hehe

# Pilih produk yang dibuat oleh perusahaan/orang yang bonafid dan profesional

Terkait dengan sebelumnya, kalau ini sudah pasti. Lalu bagaimana kita tahu perusahaan/orang tersebut bonafid bila kenal saja belum? Banyak jalan menuju Roma. Kita bisa mencari tahu dengan cerita-cerita kawan dekat kita, bahkan kalau perlu memeriksa semua legalitas yang disampaikan.
Dari kawan dekat kita, penjelasan akan terasa gamblang. Oh orang itu nggak bener, perusahaan itu banyak masalah, ya sudah buat apa mengambil resiko? Di luar sana masih begitu banyak produk-produk lain yang berkualitas kok.
Tapi apa yang Saya sampaikan ini hanyalah sebagian sangat kecil dari cara kita membuat pertimbangan-pertimbangan untuk memutuskan mana produk yang dibuat oleh orang yang qualified atau tidak. Tentu saja ada banyak sekali pengalaman yang tidak dicantumkan di sini mengenai hal ini. Yang penting sih diri kita sendiri untuk memutuskan. Segera setelah kita memutuskan untuk memilih, ya kita perlu meminta pertimbangan kepada kawan-kawan dekat kita lagi untuk menilai, layakkan produk ini saya jadikan sebagai barang dagangan di bisnis ini. Jawaban mereka akan memuat penilaian-penilaian yang juga layak Anda pertimbangkan.
Tapi ya harus Anda catat, kalau Anda ingin memulai bisnis online, carilah pertimbangan pada mereka yang sudah lama berkecimpung dalam bisnis online. Jangan mencari pertimbangan kepada yang bukan ahlinya. Malah kacau nantinya

# Pilih produk yang legal

Oh itu sudah pasti, masak sih kita jual produk yang ilegal? “Tapi yang ilegal ini laris Bro, banyak orang suka” hehe Saya kira Anda bisnis untuk jangka panjang, bukan satu dua kali penjualan. Nah kalau tidak legal, apakah secara logis kita bisa meraih sukses di sana?
Bila tujuan bisnis kita adalah kesuksesan, maka unsur legalitas adalah hal utama. Mungkin Anda pernah mendengar ada orang jualan ebook, “Bisa Menguras Uang ATM dengan ATM Palsu.” Ha? Kalau gitu kenapa dia masih jualan ebook? Yang bener aja. Jadi berjualan apa saja, pastikan itu tidak bertentangan dengan aturan yang ada. Kalau mau jualan obat kuat, pastikan legalitas BPOM nya …

# Pilih produk yang unik

Memilih yang tidak unik tidak apa-apa, hanya resikonya memang persaingan yang sangat tinggi. Kenapa unik? Karena unik itu berbeda dengan lainnya. Pengertiannya bermacam-macam. Bisa unik karena tidak ada yang jual (atau yang jual cuman sedikit), unik karena sifat khasnya. Misalnya orang jualan korek api Zippo, mungkin hanya mereka yang hobby saja yang akan melirik dagangan itu. Tapi tetap laris sebab barang itu unik.
Atau Anda mau jualan ayam goreng tanpa digoreng? Itulah unik hehe

# Pilih produk yang komisi penjualannya layak

Bila Anda menggunakan produk orang lain untuk dijual, pilih yang komisinya layak. Tidak sangat besar sekali, juga tidak sangat kecil sekali. Misalnya Anda menjual mainan anak seharga Rp. 100.000,- dan komisinya Rp. 99.000,- haaaa? Justru ini mencurigakan akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Atau sebaliknya, menjual baju seharga Rp. 1.000.000,- tapi komisinya cuman Rp. 1.000,- per piece ahhh yang benar aja hehe

# Pilih produk yang cocok dengan selera bisnis Anda

Last but not least, Saya mau ulangi bahwa poin-poin di atas hanyalah pengalaman pribadi saja. Mungkin saja malah berbeda dengan cara Anda memilih produk. Tapi Saya ingin menegaskan bahwa semua produk yang akan kita jual harus sesuai dengan selera bisnis Anda.
Anda akan kesulitan menjual produk yang Anda tidak kuasai betul apa ini dan apa itunya. Untuk bisa menguasai tentang produk yang akan Anda jual, tentu Anda harus berselera dong … Saya punya pengalaman menjual produk (berupa tools website) tapi saya sendiri tidak selera memakainya … Alhasil ya tidak menghasilkan apa-apa hehe
So, bila sudah yakin, pilih dan jual!
Salam sukses!!
And thanks hehe

Kamis, 24 November 2016

Persiapan sebelum Terjun Bisnis Online

http://www.saifularif.web.id/p/bisnisku.html

Di zaman keterbukaan informasi seperti sekarang ini, zaman internet, banyak informasi yang bisa kita dapatkan dengan sangat mudah. Bahkan seringkali kita kelebihan informasi dan dampaknya membuat kita semakin bingung, sulit untuk memutuskan.

Bila Anda ingin belajar bisnis online atau bisnis internet misalnya, sudah sangat banyak informasi dan pengetahuan yang akan memandu Anda. Panduan itu di satu sisi tidak akan membuat Anda bingung, tapi di sisi lain justru akan membuat kita semakin bingung.

Biasanya karena banyaknya jumlah panduan di tangan kita, jadi sulit memutuskan mana arah yang benar. Apalagi jika sejak awal kita tidak memiliki konsep bisnis online itu sendiri.

Sekarang anggap saja Anda sudah siap untuk terjun dalam bisnis online, baik paruh waktu maupun full time. Nah apa yang harus kita lakukan sekarang? Pertama, ya sudah, ayo, jangan tunda-tunda lagi. Praktik sekarang juga!!! Tidak ada yang perlu kita tunggu, atur waktu dan mulai sekarang juga. hehe

Mari kita rinci kembali beberapa langkah yang sudah kita bahas dalam beberapa tulisan sebelumnya

# Siapkan Waktu


Menurut saya, modal paling utama menjalankan bisnis online adalah “waktu”. Maka berbahagialah bila Anda termasuk golongan orang yang memiliki waktu luang. Anda bisa menjadi seorang full timer internet marketing.

Bagaimana bila tidak punya waktu? Sulit, bahkan tidak bisa. Bila Anda termasuk orang sibuk, setengah sibuk, Anda harus benar-benar bisa mengatur dan mengalokasikan waktu khusus untuk bisnis online Anda. Sebetulnya 1 jam per hari asal rutin, itu luar biasa hasilnya dibandingkan punya waktu 12 jam sehari tapi hanya dilakukan 1-2 hari. Karena itu kuncinya adalah soal disiplin dan komitmen.

# Siapkan Modal


Yang saya maksudkan modal di sini adalah uang. Anda harus mulai berpikir menyisihkan uang sebagai modal awal untuk bisnis online. Bukankah di internet konon banyak yang gratis, mengapa harus ada modal? Ya betul. Banyak bisnis yang bisa dimulai secara gratis, tapi umumnya tidak sebanding dengan apa yang kita dapatkan nantinya. Kualitas bisnis yang kita dapatkan dari yang “gratisan” dan tidak, tentu berbeda. Okay, nanti kita akan bahas dan praktikkan untuk mengombinasikan fasilitas gratis dan non gratis dari internet untuk mendukung bisnis kita.

Selain itu modal juga akan menjadi pengikat bagi kita untuk serius menjalankan bisnis ini. ‘Kan kita sudah keluarkan modal, jadi kita akan terpacu untuk mempertahankan modal, mendapatkan keuntungan yang besar dari modal yang kita keluarkan.

Modal berupa uang, mungkin pertama-tama akan kita keluarkan untuk:

  • Bergabung dalam sebuah afiliasi, bisnis networking, membeli atau membuat produk dst
  • Membuat media presentasi produk-produk kita berupa website (domain dan hosting), alat-alat promo berbayar, melakukan promosi berbayar dst
  • Untuk keperluan lain yang sifatnya mendadak. Kadang-kadang dalam perjalanan, kita menemukan peralatan bagus yang sangat cocok untuk mendukung bisnis kita, dan itu harus dibeli.

Berapa besarnya? Ya semua tergantung dari skala bisnis yang kita rencanakan. Bisa hanya 2 juta, 4 juta, 20 juta, bahkan sampai milyaran. Semua tergantung dari bisnis apa yang kita jalankan.

# Siapkan Alat-alatnya


Alat-alat (tools) dalam bisnis internet itu wajib dipersiapkan sejak awal. Contoh rekening bank. Kecil kemungkinan dalam bisnis online, untuk proses pembelian barang, Anda masih menggunakan wesel pos, misalnya. Masih mending transaksi dilakukan secara (cash on delivery atau COD) bila Anda dan pembeli Anda tempatnya berdekatan. Karena itu punya rekening bank-bank terkemuka itu wajib hukumnya: BCA, Bank Mandiri, BNI dan BRI. Jangan lupa, jangan hanya punya rekening saja tanpa menggunakan fasilitas e-banking yang ditawarkan (SMS banking maupun internet banking). Gunakan fasilitas yang ditawarkan oleh bank-bank tersebut untuk kemudahan bisnis Anda. Anda juga perlu punya rekening lintas negara, misalnya Paypal. Sebab terkadang pembeli kita ada di negara lain.

Selain rekening bank, Anda tentu harus punya perangkat komputer/laptop, lalu sambungan internet yang bisa kita akses 24 jam penuh. Ini wajib la ya … sulit kita menjalankan suatu bisnis secara serius bila mengandalkan komputer teman, atau komputer warnet. Apalagi saat ini harga-harga perangkat itu sudah terjangkau.

# Rancang Konsepnya


Pahami secara mendalam bisnis yang Anda jalankan. Diskusikan dengan teman atau keluarga. Pahami letak-letak keuntungannya dan bagaimana cara mendapatkannya. Termasuk juga, pahami prospeknya, bagaimana cara mengembangkannya ke depan. Itu semua tergantung dari jenis bisnis yang Anda jalani. Biasanya pebisnis gagal karena hanya menjalani bisnis dalam waktu sangat pendek. Waktu yang pendek tidak bisa kita jadikan acuan untuk mengevaluasi kegagalan dan keberhasilan kita dalam bisnis online.

# Mulai Perbanyak Kawan yang Memiliki Minat Sama


Banyak kawan banyak rezeki. Pepatah itu sangat betul. Kini sudah waktunya untuk memulai membangun jaringan perkawanan dengan minat sama, bisnis online. Jangan keliru kawan ya, kalau kawan Anda yang paling banyak adalah pemalas, Anda juga bisa menjadi pemalas. Kalau kawan Anda rata-rata sukses dan berpengalaman dalam bisnis online, rasanya kesuksesan juga sudah di depan mata.

Manfaatkan facebook, twitter dan yahoo untuk berjejaring dalam perkawanan ini. Tulus saja dalam berkawan, karena balasan dari ketulusan adalah ketulusan itu sendiri. Kalau Anda sudah main curang, ya tidak lama Anda akan dicurangi juga. Saya kira itu hukum alam.

# Tentukan Target Marketnya


Bila bisnis Anda adalah produk herbal, maka pelajari target marketnya. Seringlah bermain-main ke forum di mana peminat produk herbal berkumpul, ikuti milling listnya dan seterusnya. Bila produk Anda adalah otomotif, sulit bagi Anda untuk menjual pada komunitas produk herbal. Itu logis saja.

Ada banyak cara untuk menentukan target market ini, mulai dari memakai feeling alias perasaan saja (tidak saya rekomendasikan), sampai dengan alat-alat yang memiliki validitas tinggi, seperti Google Eksternal Keyword, dan alat-alat riset bisnis online lainnya. Gunakan yang Anda yakini mampu membaca target market sesungguhnya.

# Tetapkan Target Hasilnya


Anda harus menetapkan target hasilnya. Mengapa demikian? Agar Anda tahu bisnis Anda ini working atau tidak sih, sukses atau gagal. Misalnya di bulan pertama, bisnis online Anda tidak menghasilkan apapun, apakah itu gagal? Nah jawabannya adalah pada target hasil yang Anda tentukan.

Dengan cara sederhana, buatlah ukuran-ukuran sederhana atas keberhasilan bisnis Anda. Katakan saja Anda menjual baju secara online. Anda punya target sebulan harus laku 100 buah. Tapi di bulan pertama Anda baru bisa menjual 5 buah. Apakah itu gagal? Ataukah 5 buah penjualan pertama itu Anda anggap sebagai awal mula yang baik? Nah ukuran-ukuran simple seperti itu harus kita buat agar Anda tahu prospek bisnis Anda sesungguhnya.

# Belajar Sambil Jalan


Terakhir, jangan khawatir bila Anda adalah pemula dalam bisnis online. Pertama-tama, anggap saja semua orang adalah pemula, sehingga Anda tidak minder. Kedua, yakinlah bahwa proses pembelajaran itu sambil jalan. Banyak informasi dan pengetahuan yang belum kita kuasai ketika awal kita menjalani bisnis online ini. Kita bisa bertanya ke Google bila menghadapi kendala di jalan. Itu semua akan bisa kita pelajari sambil jalan.

Salam sukses!!!

Recognition ABE 2016


Apa ya recognition itu? Mungkin kira2 pernyataan atau penegasan kembali tentang sesuatu. Istilah ini dipakai sebagai nama sebuah acara untuk ajang pemberian reward kepada orang2 yang berprestasi.

Topik yang diangkat: "Break The Limit!!" Wah keren, apa ya artinya? Mungkin seperti Menembus Batas. Mungkin saja maksudnya, sukses itu tidak boleh terhalang oleh batas2.

Sepanjang saya menjadi member ABE, acara recognition ini biasanya diadakan sekitar 3 tahun sekali. Yang pertama diadakan di Jakarta, lalu di Jember dan esok di Hotel Pullman Jakarta.

Acara ini seperti suatu kopdar nasional semua distributor2 ABE. Di sana tampil orang2 berprestasi, konsultan produk kesehatan perusahaan dr Boyke Dian Nugraha, Direktur ABE Bpk Tedjo, Wakil Direktur Bpk Charles, motivator KG Liem, dan beberapa artis sebagai host nya.

Seru ya membayangkan acaranya. Siapapun boleh hadir, walaupun bukan member ABE. Malah biasanya acara2 seperti ini dipakai untuk meyakinkan orang yang belum member, atau orang yang belum serius berbisnis ABE untuk makin yakin dan serius, bahwa berbisnis bersama adalah pilihan tepat.

Saya berencana datang dengan seluruh keluarga, anak-anak dan istri. Juga tim BisnisAbe.com Rencananya sambil mengisi liburan akhir tahun yang diawalkan.

Kabarnya nanti saya juga mendapat rewrad sesuatu dari ABE hehe

Belum jadi member ABE? Cobain bisnisnya. Pre register di sini

http://www.bisnisabe.com/sukses

Bagaimana Agar Jalan Berlubang Cepat Ditambal

Jalanan di kampungku, Madrid hehe

Jalan berlubang di negeri kita merupakan pemandangan yang biasa. Justru yang tidak biasa adalah bila ada jalan yang tidak berlubang, halus mulus. Ah itu mungkin mimpi ...

Semua pengendara, tidak terkecuali pengendara sepeda onthel, motor gedhe, tukang becak, pendorong gerobal bakso dan nasi goreng, pengendara mobil tahun lawas sampai mobil mewah keluaran terkini, pasti geregetan minta ampun ketemu jalan berlubang. Iya kalau satu biji saja mungkin bisa dihindari, tapi kalau berjajar rapi, sedihnya tuch di sini.

Apalagi kalau menemui jalan berlubang dalam perjalanan kita ke kantor samsat untuk bayar pajak kendaraan. Sedihnya minta ampun.

Tidak jalan milik pemerintah pusat, provinsi, daerah ... semuanya tak luput dari lubang-lubang menganga dan siap menerkam mangsa. Ada pertanyaan menggelitik, apa pasal sebuah jalan berlubang tak kunjung mendapatkan penanganan?

Ayolah pak bu, cukup berikan kami jalan yang tidak berlubang, walaupun jalannya bopeng-bopeng bekas tambal sulam, gak apalah, asal jangan berlubang. Tuntutan masyarakat tidak neko2 'kan? Kita juga sadar diri gak mungkin minta jalan raya sekelas di Singapur atau Amrik. Cukup tutup jalan berlubang itu secepat2nya agar tidak menimbulkan korban.
Masak kalah sama Mbah Dul, tukang becak asal Surabaya yang punya kepedulian super untuk menambali semua jalan berlubang yang ia temui.

Pak Bupati, Pak Walikota, Pak Gubernur, buatlah program khusus Indonesia bebas jalan berlubang.

Catatan pagi yang geregetan lihat jalan berlubang memakan korban

Terimakasih